Pendahuluan
Apakah
anda termauk orang yang tertarik umtuk nerbicara di depan publik?apakah anda
termasuk orang yang suka mempelajari teks
dan anda sering memikirkan makna dan dampak dari teks tersebut? Berarti
anda dimungkinkan memiliki ketertarikan terhadap tradisi retorika dalam teor
komunikasi.
Kata
retorika sering dinilai negatif karena menunjukkan orang-orang yang hanya
mengungkapkan kata-kata kosong tanpa disertai tindakan nyata. Studi mengenai
retorika sudah dimulai sejak lama dan diperkirakan orang sudah mempelajari
retorika di yunani pada 5 abad sebelum masehi sedangkan komunikasi baru
dianggap sebagai disiplin ilmu setelah munculnya retorika sebagai human symbol
use (penggunaan simbol oleh manusia).
Pengertian Retorika
Retorika
atau dalam bahasa Inggris rhetoric bersumber dari perkataan
latinrhetorica yang berarti ilmu bicara. Pada abad ke 5 sebelum
masehi untuk pertama kali dikenal suatu ilmu yang mengkaji proses pernyataan
antar manusia sebagai fenomena sosial. Ilmu ini dinamakan dalam bahasa Yunani “rhetorike”
yang dikembangkan di Yunani purba, kemudian abad-abad berikutnya di kembangkan
di Romawi dalam bahasa latin “retorika” (dalam bahasa Inggris “rhetoric” dalam
bahasa Indonesia “retorika”).
The art of constructing
arguments and speechmaking (seni membangun argumentasi dan seni berbicara )
Adjusting ideas to
poeple and poeple to ideas in messege of all kinds (proses untuk
menyesuaikan ide dengan orang dan
menyesuaikan orang dengan engan ide melalui berbagai macam pesan.
Pengertian pokok dari retorika
adalah berbicara. Berbicara berarti mengucapkan kata atau kalimat kepada
seseorang atau sekelompok orang, untuk mencapai suatu tujuan tertentu
(memberikan informasi atau memberikan motivasi). Berbicara adalah salah satu
kemampuan khusus pada manusia. Berikut disampaikan uraian mengenai retorika
diantaranya:
1.
Arti Retorika
Secara etimologis, retorika berasal
dari bahasa Yunani, “rhetrike” yang
berarti seni kemampuan berbicara yang dimiliki seseorang. Aristoteles dalam
bukunya “Rhetoric” mengemukakan
pengertian retorika, yaitu kemampuan untuk memilih dan menggunakan bahasa dalam
situasi tertentu secara efektif untuk mempersuasi orang lain. Sedangkan menurut
Gorys Keraf, retorika adalah suatu istilah secara tradisional yang diberikan
pada suatu teknik pemakaian bahasa sebagai seni yang didasarkan pada suatu
pengetahuan yang tersusun baik. Menurut P. Dori Wuwur Hendrikus, retorika
adalah kesenian untuk berbicara baik yang digunakan dalam proses komunikasi
antarmanusia.
Retorika berarti kesenian untuk
berbicara dengan baik (kunst, gut zu
reden atau ars bene dicendi), yang dicapai berdasarkan bakat alam (talenta)
dan keterampilan teknis (ars, techne).
Kesenian berbicara ini bukan hanya berarti berbicara lancar tanpa pikiran yang
jelas dan tanpa isi, melainkan suatu kemampuan untuk berbicara dan berpidato
secara singkat, jelas, padat, dan mengesankan. Retorika modern mencakup ingatan
yang kuat, daya kreasi dan fantasi yang tinggi, teknik pengungkapan yang tepat
dan daya pembuktian serta penilaian yang tepat. Retorika modern adalah gabungan
yang serasi antara pengetahuan, pikiran, kesenian dan kesanggupan berbicara.
Dalam bahasa populer, retorika berarti pada tempat yang tepat, pada waktu yang
tepat, atas cara yang lebih efektif, mengucapkan kata-kata yang tepat, benar
dan mengesankan.
Keterampilan dan kesanggupan untuk
menguasai seni berbicara dapat dengan mencontoh para rektor yang terkenal (imitatio), dengan mempelajari dan
mempergunakan hukum-hukum retorika (doctrina),
dan dengan melakukan latihan yang teratur (exercitium).
Dalam seni berbicara juga dituntut penguasaan bahan (res) dan pengungkapan yang tepat melalui bahasa (verba).
Retorika Sebagai Proses
Komunikasi
Aspek-aspek komunikasi
retoris sebagai berikut:
1.) Seorang pembicara menyampaikan
kepada;
2.) Seorang pendengar sebagai kawan
bicara atau pelanggan;
3.) Dengan maksud dan tujuan tertentu
4) Memberikan argumen-argumen terhadap
isi pembicaraan;
5) Sambil mendengar dan mempertimbangkan
argument-argumen balik dari pendengar.
Retorika,
Dialektika dan Elocutio
Ilmu retorika juga berhubungan erat
dengan dialektika yang sudah berkembang sejak zaman Yunani kuno. Dialektika
adalah metode untuk mencari kebenaran lewat diskusi dan debat. Melalui
dialektika orang dapat mengenal dan menyelami suatu masalah (intellectio), mengemukakan argumentasi (inventio) dan menyusun jalan pikiran
secara logis (dispositio). Retorika
mempunyai hubungan dengan dialektika karena debat dan diskusi juga merupakan
bagian dari ilmu retorika.
Elocutio berarti kelancaran
berbicara. Dalam retorika kelancaran berbicara sangat dituntut. Elocutio
menjadi prasyarat kepandaian berbicara. Oleh karena itu, retorika juga
berhubungan erat dengan elocutio.
APAKAH RETORIKA DAPAT DIPELAJARI?
Sebuah pepatah bahasa latin
berbunyi: “Poeta nascitur, orator fit.”
Artinya, “seorang penyair dilahirkan, tetapi seorang ahli pidato dibina”. Sejak
dua ribu tahun terbukti bahwa banyak orang menjadi ahli pidato, karena mereka
mempelajari teknik berbicara dan berpidato serta tekun melakukan latihan
berbicara juga berpidato. Berikut terdapat dua contoh dalam sejarah yaitu:
1.
Demosthenes (384 - 322)
Demosthenes dari lahir memiliki
kekurangan dalam berbicara. Dalam mengatasi itu, dia pergi ke pantai laut,
menaruh kerikil dalam mulutnya, dan berusaha berbicara dengan ucapan yang jelas
dan dengan suara yang sekuat mungkin untuk bisa mengatasi gemuruh hempasan
ombak, dan usahanya ini berhasil. Demosthenes akhirnya menjadi seorang ahli
pidato dalam Kerajaan Yunani Kuno.
2.
Winston Churchill (1874 - 1965)
Untuk bisa berpidato di depan
Parlemen Inggris. Winston Churchill berhari–hari dia mencoba membuat latihan
membaca dan berpidato. Dia mempersiapkan diri secara intensif. Beberapa bagian
penting dari pidatonya malah dihafalkan. Usaha yang tekun ini akhirnya
menjadikannya seorang ahli pidato terkenal.Orang-orang yang bersifat introver
dapat mengalami kesulitan dalam menggunakan bahasa. Introver adalah bersifat
suka memendam rasa dan pikiran sendiri dan tidak mengutarakannya kepada orang
lain (bersifat tertutup). Dalam mempelajari retorika lebih mudah bagi mereka
yang ekstover, tetapi tetap saja keberhasilan seni berbicara tergantung dari
usaha untuk mengembangkan kemampuan dengan optimal. Terus latihan untuk
berbicara akan merubah gaya berbicara seseorang. Oleh karena itu, seni
berbicara dapat dikuasai dan ilmu retorika juga dapat dipelajari.
Retorika memiliki 5 ajaran atau canon yaitu
1.
Penciptaan
(invention)
2.
Pengaturan
(arrangement)
3.
Gaya
(style)
4.
Penyampaian
(delivery)
5.
Ingatan
(memory)
Dikutip
dari little john hal 50
Ke 5 canon
tersebut merupakan elemen-elemen dalam merencanakan dan mempersiapkan pidato.
Dalam hal ini, sebelum berbicara maka pembicara (rhetor) harus menemukan ide,
bagaimana mengorganisasi gagasan, lalu membingkai gagasan dalam bahasa,
menyampaikan gagasan dan akhirnya bagaimana agar apa yang disampaikan itu
menjadi ingatan bagi yang menerima nya
Kegunaan Komunikasi
Retorika
Konrad Lorenz
mengatakan, “Apa yang diucapkan tidak berarti juga didengar; apa yang didengar
tidak berarti juga dimengerti; apa yang dimengerti tidak berarti juga
disetujui; apa yang disetujui tidak berarti juga diterima; apa yang diterima
tidak berarti juga dihayati; apa yang dihayati tidak berarti juga mengubah
tingkah laku.”
Kalimat-kalimat di atas mengungkapkan kesulitan dalam proses
komunikasi antarmanusia. Antara ide atau pikiran dan realisasinya yang konkret
terbentang satu jalan panjang, yang memiliki berbagai macam kesulitan dalam
penyampaian, sehingga dapat mengurangi efektivitas dalam proses komunikasi.Oleh
karena itu, komunikasi retoris itu penting supaya apa yang diucapkan dapat
didengar; apa yang didengar dapat dimengerti; apa yang dimengerti dapat
disetujui; apa yang disetujui dapat diterima; apa yang diterima dapat dihayati
dan apa yang dapat dihayati dapat mengubah tingkah laku.
Pembagian Retorika
1. Monologika
Monologika adalah ilmu tentang seni
berbicara secara monolog, di mana hanya seorang yang berbicara. Bentuk-bentuk
yang tergolong dalam monologika adalah pidato, kata sambutan, kuliah, makalah,
ceramah dan deklamasi. . Monologika
adalah ilmu tentang seni berbicara secara monolog, dimana hanya seorang yang
berbicara. Bentuk-bentuk yang tergolong dalam monologika adalah pidato, kata
sambutan, kuliah, makalah, ceramah dan deklamasi.
2. Dialogika
Dialogika adalah ilmu
tentang seni berbicara secara dialog, di mana dua orang atau lebih berbicara
atau mengambil bagian dalam satu proses pembicaraan. Bentuk dialogika yang
penting adalah diskusi, tanya jawab, perundingan, percakapan dan debat. Dialogika
adalah ilmu tentang seni berbicara secara dialog, dimana dua orang atau lebih
berbicara atau mengambil bagian dalam satu proses pembicaraan. Bentuk dialogika
yang penting adalah diskusi, tanya jawab, perundingan, percakapan dan debat.
3. Pembinaan
Teknik Bicara
Efektivitas monologika
dan dialogika tergantung juga pada teknik bicara. Teknik bicara merupakan
syarat bagi retorika. Oleh karena itu pembinaan teknik bicara merupakan bagian
yang penting dalam retorika. Dalam bagian ini, perhatian lebih diarahkan pada
pembinaan teknik nafas, teknik mengucap, bina suara, teknik membaca dan
bercerita.
Manfaat Mempelajari
Retorika
1. Membimbing penutur
mengambil keputusan yang tepat.
2. Membimbing penutur
secara lebih baik memahami masalah kejiwaan manusia pada umumnya dan kejiwaan
penanggap tutur yang akan dan sedang dihadapi.
3. Membimbing penutur
menemukan ulasan yang baik.
4. Membimbing
penutur mempertahankan diri serta mempertahankan kebenaran dengan alasan yang
masuk akal
Contoh
Sebuah contoh: sebuah
mobil bekas akan dijual. Pemilik mobil tentu ingin menjualnya dengan harga yang
memuaskan (tujuan). Dalam pembicaraan dengan calon pembeli, penjual tentu tidak
hanya menjelaskan tentang merk, tipe, tahun keluaran, dan cirri khas mobil,
tetapi dia pasti juga akan memuji-muji mobil tersebut. Misalnya: terpelihara
baik, bentuknya sangat cocok dengan keadaan jalan dan tidak pernah terjadi
kecelakaan. Singkatnya: mobil bekas yang paling ideal, yang apabila
dibandingkan dengan harga, sebenarnya masih terlalu murah. Di lain
pihak calon pembeli juga ingin supaya dapat membeli mobil itu dengan harga yang
murah (tujuan). Oleh karena itu, terjadi tawar menawar dalam perdagangan,
dimana penjual dan pembeli saling memberi argumentasi untuk mencapai tujuannya
masing-masing.
DAFTAR
PUSTAKA
Littlejohn,
s & Karen, A .2008.Teoryi Komunikasi.Jakarta : Salemba Humanika
Arief,
Ermawati. 2001. “Retorika (Seni Berbahasa Lisan dan Tulisan)”. Buku Ajar. Padang: FBSS UNP.
P. D. W. Hendrikus SVD. 1991. Retorika. Yogyakarta: Kanisius.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar