BAB I
PENDAHULUAN
I.1
Latar Belakang
Dewasa ini,
peran seorang praktisi public relations sangatlah
diperlukan dalam berjalannya suatu organisasi.Sebagai seorang yang menjembatani
antara pihak internal perusahaan dengan perusahaan dan eksternal dengan
perusahaan .Seorang praktisi public
relations dituntut harus memahami
dan kritis dalam bertindak.Hal tersebut yang menjadi alasan bahwa public relations tidak hanya sekedar
bakat, namun menjadi sebuah kajian ilmu pengetahuan dan dipelajari dalam dunia
perkuliahan.Disini, saya selaku penulis akan memberikan penjelasan bahwa public relations merupakan suatu kajian
ilmu.
Akhir – akhir
ini, banyak sekali pertanyaan dalam setiap pertemuan public relations yang mana terjadi selama sepuluh tahun terakhir ini.Diskusi
ini membawa kita kepada kebingungan bagi pekerja sosial mengenai tanggung jawab
mereka.Publisitas bukan tentang peran
mereka sebagai pakar public relations.Bagaimana
pemberitaan atau publisitas bekerja untuk mereka dan bagaimana mereka
menggunakan public relations untuk
tujuan pekerjaan yang lebih jauh.(Roy, 1934)
Public
relations memiliki peran yang sangat penting dalam berjalannya
suatu perusahaan.Namun, sayangnya kebanyakan orang – orang yang bekerja
didalamnya banyak yang tidak memiliki pemahaman tentang public relations itu sendiri atau bisa dikatakan tidak memiliki
skill dan latar belakang public relations.Kita
bisa mengambil contoh pada kasus dow corning yang membawa kebangkrutan pada
perusahaan tersebut. Kita bisa menganalisis pentingnya peran pakar seorang public relations dalam suatu
perusahaan.Juga, kita mampu menarik kesimpulan tentu public relations tidak hanya suatu bakat, namun sebuah disiplin
ilmu yang mengambil peran penting dalam kehidupan.Karena kehidupan kita tentu
tak akan lepas dari interaksi sosial.
I.2 Rumusan Masalah
1.
Apasih Public Relations serta pentingnya dalam kehidupan sehari – hari ?
2. Apa
saja sebenarnya fungsi dan tugas dari pakar public
relations ?
3. Bagaimana
sejarah awal mula dan perkembangan public
relations ?
4. Bagaimana
kaitan antara public relations sebagai
kajian keilmuan ?
5.
Apa riset dalam public relations dan teori kritis dalam kajian public relations sebagai kajian ilmu ?
I.3
Tujuan
1.
Memahami pengertian Public Relations serta pentingnya dalam kehidupan sehari – hari
2. Memahami
fungsi dan tugas dari pakar public
relations
3. Memahami
sejarah awal mula dan perkembangan public
relations
4. Memahami
kaitan antara public relations sebagai
kajian keilmuan
5. Memahami
dalam public relations dan teori
kritis dalam kajian public relations sebagai
kajian ilmu
BAB
2
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1
Pengertian
Public
relations menurut Grunig & Todd Hunts (1984: 173) adalah
bagian dari manajemen komunikasi antara organisasi dan publiknya.Menurut Candy
T, Peter L, Richard L (2004 : 21) adalah upaya yang direncanakan dan
berkelanjutan untuk membangun dan mempelihara kesepahaman antara organisasi dan
publiknya.Menurut Scott C , Allen C, dan Glenn B (2006 : 6) adalah fungsi
manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan baik dan bermanfaat dengan
publiknya yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan dalam organisasi.Menurut
Kim H (2008 : 1) adalah bagian yang membantu organisasi dalam mencapai tujuan –
tujuannya melalui komunikasi yang efektif dan konstruktif.Dari pengertian
diatas dapat ditarik benang merah bahwa public
relations adalah proses membangun relasi, kepercayaan dan kerja sama antara
individu dengan individu dan organisasi dengan publiknya melalui program
komunikasi yang dialogis dan partisipatif.
Secara Umum
Public relation adalah proses interaksi dimana public relation menciptakan
opini publik sebagai input yang menguntungkan kedua belah pihak, dan menanamkan
pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi publik, bertujuan menanamkan
keinginan baik, kepercayaan saling adanya pengertian, dan citra yang baik dari
publiknya.Secara Khusus Public relation adalah fungsi khusus manajemen yang
membantu membangun dan memelihara komunikasi bersama, pengertian, dukungan, dan
kerjasama antara organisasi dan publik, melibatkan masalah manajemen, membantu
manajemen untuk mengetahui dan merespon opini publik, menjelaskan dan
menekankan tanggung jawab manajemen untuk melayani minat publik, membantu
manajemen untuk tetap mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif,
berguna sebagai sistem peringatan awal untuk membantu mengantisipasi tren, dan
menggunakan penelitian dan teknik suara yang layak dalam komunikasi.
2.2
Fungsi dan Tugas Praktisi public
relations
Kriyantono (2010 b) menjelaskan
bahwa komunikasi yang efektif dapat terjadi apabila public relations sebagai komunikator melakukan pemeriksaan dan
menganalisis kondisi komponen – komponen dalam proses komunikasi.Sedang yang
dinamakan komponen komunikasi yakni : komunikator, pesan, media, sasaran,
gangguan – ganguan, umpan balik, hingga efek yang mungkin terjadi. Menurut International Public
Relations Association (IPRA) dalam Rumanti (2002:11) bahwa public relations
merupakan fungsi manajemen dari sikap budi yang direncanakan dan dijalankan
secara berkesinambungan oleh organisasi-organisasi, lembaga-lembaga umum dan
pribadi dipergunakan untuk memperoleh dan membina saling pengertian simpati dan
dukungan dari mereka yang ada hubungan dan diduga ada kaitannya dengan cara
menilai opini public mereka, dengan tujuan sedapat mungkin menghubungkan
kebijaksanaan dan ketatalaksanaan, guna mencapai kerjasama yang lebih produktif
dan untuk memenuhi kepentingan bersama yang lebih efisien, dengan kegiatan
penerangan yang terencana dan tersebar luas.Fungsi Public Relation
Menurut Maria (2002, p.31), “public relation merupakan satu bagian dari satu nafas yang sama dalam organisasi tersebut, dan harus memberi identitas organisasinya dengan tepat dan benar serta mampu mengkomunikasikannya sehingga publik menaruh kepercayaan dan mempunyai pengertian yang jelas dan benar terhadap organisasi tersebut”. Hal ini sekedar memberikan gambaran tentang fungsi public relation yaitu:
Menurut Maria (2002, p.31), “public relation merupakan satu bagian dari satu nafas yang sama dalam organisasi tersebut, dan harus memberi identitas organisasinya dengan tepat dan benar serta mampu mengkomunikasikannya sehingga publik menaruh kepercayaan dan mempunyai pengertian yang jelas dan benar terhadap organisasi tersebut”. Hal ini sekedar memberikan gambaran tentang fungsi public relation yaitu:
·
Kegiatan
yang bertujuan memperoleh itikad baik, kepercayaan, saling adanya
pengertian dan citra yang baik dari
publik atau masyarakat pada umumnya.
·
Memiliki
sasaran untuk menciptakan opini publik yang bisa diterima dan menguntungkan semua
pihak.
·
Unsur
penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik, sesuai harapan
publik, tetapi merupakan kekhasan organisasi atau perusahaan. Sangat penting
bagaimana organisasi memiliki warna, budaya, citra, suasana, yang kondusif dan
menyenangkan, kinerja meningkat, dan produktivitas bisa dicapai secara optimal.
·
Usaha
menciptakan hubungan yang harmonis antara organisasi atau perusahaan dengan
publiknya, sekaligus menciptakan opini publik sebagai efeknya, yang sangat
berguna sebagai input bagi organisasi atau perusahaan yang bersangkutan
Secara
lebih singkat Frank Jefkins (Rumanti, 2002:12) mengemukakan bahwa public
relation merupakan suatu bentuk komunikasi yang terencana baik itu ke dalam
maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka
mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling
pengertian.,Berdasarkan definisi tersebut maka dapat dikemukakan bahwa public
relations adalah suatu bentuk komunikasi baik antar perusahaan, organisasi
maupun pribadi dengan menciptakan hubungan dan pengertian yang baik guna
mencapai tujuan yang ditetapkan
2.3
Sejarah dan Perkembangan Public Relations
Public relations
adalah suatu kajian teoritis baru berkembang beberapa dua dasawarsa terakhir
ini, merupakan gabungan dari beberapa teori dan pengadopsian ilmu lainnya.di
Indonesia sendiri Public relations berkembang seiring meningkatnya teknologi
komunikasi dan informasi.Robinson (dikutip dari Grunig & Hunt,1984 :
5)misalnya, menganggap praktisi public relations sebagai ilmuwan dibidang
sosial dan perilaku.Tujuannya si ilmuwan ini akan mampu meramalkan kemungkinan
yang akan terjadi dari suatu tindakan.Public relations mesti berkomunikasi
dengan berbagi latar belakang sosial dan budaya.Karena itu, pengetahuannya
harus mencakup sosiologi, psikologi, hukum, komunikasi, bahasa, administrasi,
manajemen, dan disiplin ilmu lainya yang menjadi tuntutan yang harus dimiliki.
Public relations
muncul sejak adanya manusia di bumi ini, untuk memenuhi kebutuhannya manusia
harus melakukan interaksi dengan sesamanya.Mereka saling bertukar, kerja sama
untuyki menjalin rel;asi untuk reproduksi.Semuanya memerlukan kemampuan
komunikasi untuk bernegosiasi.Namun, public relations pada abad ke 20 baru
berubah menjadi suatu profesi modern.Mengacu pada tulisan Thomas Kuhn (1977)
tentang perkembangan ilmu, public relations dapat dikategorikan sebagai ilmu
mapan karena sudah memiliki paradigma keilmuan atau unifikasi teori.Paradigma
adalah seperangkat teori ,asumsi, metode dan contoh ideal tentang solusi
memecahkan masalah penelitian yang menghasilkan unifikai cara pandang tertentu
(1977).
Alam sejarahnya istilah Public Relations sebagai
sebuah teknik menguat dengan adanya aktivitas yang dilakukan oleh pelopor Ivy
Ledbetter Lee yang tahun 1906 berhasil menanggulangi kelumpuhan industri batu
bara di Amerika Serikat dengan sukes. Atas upayanya ini ia diangkat menjadi The
Father of Public Relations.Perkembangan PR sebenarnya bisa dikaitkan
dengan keberadaan manusia. Unsur-unsur memberi informasi kepada masyarakat,
membujuk masyarakat, dan mengintegrasikan masyarakat, adalah landasan bagi
masyarakat.
Tujuan, teknik, alat dan standar etika berubah-ubah sesuai
dengan berlalunya waktu. Misalnya pada masa suku primitif mereka menggunakan
kekuatan, intimidasi atau persuasi ntuk memelihara pengawasan terhadap
pengikutnya. Atau menggunakan hal-hal yang bersifat magis, totem (benda-benda
keramat), taboo (hal-hal bersifat tabu), dan kekuatan supranatural.Penemuan
tulisan akan membuat metode persuasi berubah. Opini publik mulai berperan.
Ketika era Mesir Kuno, ulama merupakan pembentuk opini dan pengguna persuasi.
Pada saat Yunani kuno mulai dikembangkan Olympiade untuk bertukar pendapat dan
meningkatkan hubungan dengan rakyat. Evaluasi mengenai pendapat atau opini
publik merupakan perkembangan terakhir dalam sejarah kemanusiaan.
Dasar-dasar fungsi humas ditemukan dalam revolusi Amerika.
Ketika ada gerakan yang direncanakan dan dilaksanakan. Pada dasarnya,
masing-masing periode perkembangan memiliki perbedaaan dalam startegi mempengaruhi
publik, menciptakan opini publik demi perkembangan organisasinya.
Berikut gambaran kronologis PR di dunia:
Abad ke-19 : PR di Amerika dan
Eropa merupakan program studi yang
mandiri didasarkan pada perkembangan Ilmu
pengetahuan dan teknologi.
1865-1900 : Publik masih dianggap bodoh
1900-1918 : Publik diberi informasi dan dilayani
1918-1945 : Publik diberi pendidikan dan dihargai
1925 : Di New York, PR sebagai pendidikan tinggi resmi
1928 : Di Belanda memasuki pendidikan tinggi dan minimal di
fakultas sebagai mata kuliah wajib. Disamping itu
banyak diadakan kursus-kursus yang bermutu
1945-1968 : Publik mulai terbuka dan banyak mengetahui
1968 : Di Belanda mengalami perkembangan pesat. Ke arah
ilmiah karena penelitian yang rutin dan kontinyu.
Di Amerika perkembangannya lebih ke arah bisnis.
1968-1979 : Publik dikembangkan di berbagai bidang,
pendekatan tidak hanya satu aspek saja
1979-1990 : Profesional/internasional memasuki globalisasi dalam
perubahan mental dan kualitas
1990-sekarang : a. perubahan mental, kualitas, pola pikir, pola pandang,
sikap dan pola perilaku secara nasioal/internasional
b. membangun kerjasama secara lokal, nasional, internasional
c. saling belajar di bidang politik, ekonomi, sosial budaya,
Iptek, sesuai dengan kebutuhan era global/informasi
mandiri didasarkan pada perkembangan Ilmu
pengetahuan dan teknologi.
1865-1900 : Publik masih dianggap bodoh
1900-1918 : Publik diberi informasi dan dilayani
1918-1945 : Publik diberi pendidikan dan dihargai
1925 : Di New York, PR sebagai pendidikan tinggi resmi
1928 : Di Belanda memasuki pendidikan tinggi dan minimal di
fakultas sebagai mata kuliah wajib. Disamping itu
banyak diadakan kursus-kursus yang bermutu
1945-1968 : Publik mulai terbuka dan banyak mengetahui
1968 : Di Belanda mengalami perkembangan pesat. Ke arah
ilmiah karena penelitian yang rutin dan kontinyu.
Di Amerika perkembangannya lebih ke arah bisnis.
1968-1979 : Publik dikembangkan di berbagai bidang,
pendekatan tidak hanya satu aspek saja
1979-1990 : Profesional/internasional memasuki globalisasi dalam
perubahan mental dan kualitas
1990-sekarang : a. perubahan mental, kualitas, pola pikir, pola pandang,
sikap dan pola perilaku secara nasioal/internasional
b. membangun kerjasama secara lokal, nasional, internasional
c. saling belajar di bidang politik, ekonomi, sosial budaya,
Iptek, sesuai dengan kebutuhan era global/informasi
Public Relations merupakan aktivitas komunikasi yang sangat
dibutuhkan, baik oleh organisasi, lembaga, maupun perusahaan. Public relations
diperlukan untuk menjaga hubungan baik antara organisasi dengan publiknya.
Tidak hanya itu, public relations juga turut serta dalam membangun citra dan
berupaya untuk saling menguntungkan dengan cara berkomunikasi. Dapat dikatakan
jika public relations merupakan jembatan penghubung antara
organisasi-organisasi dengan publiknya, baik yang terkait dengan publik
internal maupun publik eksternal, di dalam suatu proses komunikasi agar
tercipta hubungan yang efektif.
2.4
Public Relations Sebagai Kajian Keilmuan
Pada saat ini public relations tidak hanya menjadi sebuah
profesi. Namun sudah dikembangkan menjadi sebuah kajian ilmu. Hal tersebut dimaksudkan
untuk memperkuat pengetahuan dalam penerepan public relations sebagai profesi.
Sebagai suatu ilmu maka public relations atau hubungan masyarakat mempunyai
banyak definisi baik yang diberikan oleh ahli, dari hasil pertemuan para ahli
maupun definisi/pengertian dari lembaga resmi yang khusus berkonsentrasi pada
ilmu kehumasan. Perkembangan public relations sebagai kajian ilmu tentu sama
pesatnya seperti perkembangan public relations sendiri, karena public relations
sebagai kajian ilmu merupakan kunci dasar bagi public relations itu sendiri
untuk berkembang. Public relations sebagai kajian ilmu, menunjukkan jika public
relations melahirkan berbagai teori, paragdigma dan konsepsi ilmu public
relations. Sedangkan sebagai profesi, PR adalah alat atau fungsi untuk kegiatan
yang bersifat praktis. Sehingga dapat dikatakan jika di satu sisi public
relations merupakan suatu kegiatan yang bersifat praktis tetapi di sisi lain
public relations juga menjadi suatu kajian ilmu.
Kajian Public Relations
·
Public relations fungsional (objektif)
Sesuai
dengan fungsinya, kegiatan riset merupakan hal pokok yang harus dilakukan oleh public relations.urgensi tersebut
sebenarnya tampak dari definisi – definisi public
relations .Riset membuat public relations berjalan berdasarkan prosedur
ilmiah tanpa mengandalkan intuisi dan mengira – ngira.
·
Public relations Interpretif(subjektif)
·
Public relations Kritis
2.5 Riset public
relations dan teori kritis dalam kajian public
relations sebagai kajian ilmu
Terbagi
berdasarkan waktu :
·
Riset formatif
Sebelum
merancang progam,berfungsi untuk melakukan scan dan memonitor situasi.
·
Riset asesmen
disaat
progam berlangsung,berfungsi untuk memonitor apakah progam yang sedang
berlangsung sudah sesuai dengan rencana.
·
Riset Sumatif
Diakhir
progam,mengukur bagaimana hasil pelaksanaan progam.
Berdasarkan
cara :
·
Formal
·
Informal
Berdasarkan
bidang yang riset :
·
Riset yang fokus pada upaya memonitor
lingkungan
Bertujuan
untuk memonitor perkembangan opini publik dan isu isu sosial yang berpotensi mempengaruhi
operasional publik dan organisasi.
·
Riset yang fokus pada organisasi
Riset
yang bertujuan untuk memonitor situasi internal organisasi
·
Riset yang fokus pada pesan public relations
Bertujuan
untuk menganalisis berbagai elemen pesan.
Teori
Kritis kajian public relations
·
Teori
Kritis Frankurt School
Para
ilmuwan Frankfurt pada awalnya bereaksi keras terhadap idealisme
klasikal ala Marxism dan kesuksesan revolusi Rusia. Mereka melihat
kapitalisme sebagai tahap evolutionary dalam perkembangan, pertama
dari sosialisme dan kemudian komunisme. Ide mereka pada masa itu merupakan
wujud kritik kerasnya terhadap kapitalisme dan demokrasi liberal.Jurgen
Habermas
Semenjak
tahun-tahun permulaan, dalam Frankfurt School tidak ada kesepakatan
mengenai teori yang menyatukan karakteristik pemikiran mereka. Ilmuwan Frankfurt
School kontemporer yang paling terkenal adalah Jurgen Habermas, yang
teorinya mengenai universal pragmatics dan transformasi sosial
masyarakat telah diakui sangat berpengaruh di daratan Eropa dan gaungnya
masih berkembang terus di Amerika Serikat. Habermas merupakan juru
bicara terpenting dari Frankfurt School saat ini. Teorinya menggambarkan
luasnya pemikiran dan mewakili paduan pandangan kritis tentang komunikasi
dan masyarakat. Tulisan selanjutnya akan mengurai kontribusi penting pemikiran
Habermas ini.Media sosial dianggap telah
digunakan untuk mengontrol masyarakat.
·
Teori
Feminis
Teori feminis melihat dunia dari sudut pandang
perempuan. Teori feminis adalah sistem gagasan umum dengan cakupan luas tentang
kehidupan sosial dan pengalaman manusia yang berkembang dari perspektif yang
berpusat pada perempuan. Dalam perjalanan sejarahnya, teori feminis secara
konstan bersikap kritis terhadap tatanan sosial yang ada dan memusatkan
perhatiannya pada variabel-variabel sosiologi esensial seperti ketimpangan
sosial, perubahan sosial, kekuasaan, institusi politik, keluarga, pendidikan,
dan lain-lain. Teori Modernisme
Teori
modernitas, dalam sosiologi klasik dimiliki oleh para teoritisi Marx, Weber,
Durkheim dan Simmel yang melihat kemunculan dan pengaruh modernitas. Meski
keempatnya melihat keuntungan dengan adanya modernitas, namun mereka juga
mengutamakan kritis yang dihadapi dalam kehidupan modern.Marx melihat bahwa
modernitas ditentukan oleh ekonomi kapitalis. Ia mengakui kemajuan yang
ditimbulkan oleh transisi dari masyarakat sebelumnya ke masyarakat kapitalis.
Selanjutnya, karyanya ditujukan untuk mengkritik sistem ekonomi kapitalis
yang terdapat kekurangannya, seperti alienasi dan eksploitasi.
·
Teori
Postmodernisme
Post-modernisme
adalah suatu pemikiran baru yang menggantikan pemikiran modern. Dalam pendapat
yang lain, dikatakan bahwa post-modernisme adalah pengembangan dari modernitas.
Bila modernisme ditandai dengan rasionalitas, absolutisme, universalitas dan
homogenitas melalui produksi ilmu pengetahuan sebagai jalan menuju kemajuan,
maka menurut post modernisme, teknologi sebagai media untuk kebebasan dan
humanisasi tidak mampu menjelaskan realitas, seperti halnya fakta modern
mengenai pembunuhan warga yahudi oleh Nazi, Jerman. Mengacu pada cara
berpikir yang berbeda dari teori sosial modern, meliputi periode historis baru,
produk kultural baru dan tipe baru dalam penyusunan tentang teori kehidupan
sosial. Konsep pertama, berkaitan dengan keyakinan yang tersebar luas bahwa era
modern telah berakhir dan memasuki periode historis yang baru. Konsep kedua
berkaitan dengan dunia kultural dan dapat dinyatakan bahwa produk post-modern
cenderung menggantikan produk modern. Konsep ketiga adalah kemunculan teori
sosial post-modern dan perbedaannya dengan teori sosial modern.
·
Teori
Cultural studies
Mengkaji bagaiman sebuah tatanan,
dalam artian budaya dibangun, diciptakan dan disebarkan dan
disebarluaskan.Budaya dalam hal ini dimaknai sebagai pola pikir, perilaku,
termasuk material – material yang digunakan dalam beraktifitas.Budaya adalah
komunikasi dan komunikasi adalah budaya.Komunikasi sangat berperan dalam proses
interaksi budaya.Proses komunikasi mampu menyebarkan budaya,khususnya
menggunakan media.
BAB III
KESIMPULAN
Pada zaman modern ini manusia tentu tak akan lepas dari
interaksi sosial, begitu pula dengan sistem yang berlaku dalam suatu
perusahaan.Perlu adanya pakar yang
menjadi penjembatan antara bagian internal dan eksternal.Pakar ini lebih kita
kenal dengan nama humas atau public
relations.Ia dituntut menjadi orang yang bersikap netral dan
menjadi penghubung antara keduanya.Tujuannya untuk menciptakan citra perusahaan
yang baik serta menanggulangi berbagai permasalahan perusahaan yang
ada.Sehingga perusahaan menjadi lebih transparan.Melihat begitu rumitnya peran dari seorang praktisi Public relations tentu bidang ini bukan hanya sekedar bakat, namun sesungguhnya dikaji dalam bidang perkuliahan dan memang menjadi disiplin ilmu yang penting.
DAFTAR PUSTAKA
Roy, R. L. (1934). Oxford University Press. The Musical
Quarterly, 20(3), 320–333. https://doi.org/10.1108/ilds.2002.12230dab.004
Kriyantono,R (2012) Public Relation & Crisis Management
Pendekatan Critical Public Relations Kritis & Kualitatif .Jakarta
:Kencana
Morisson,(2013) Teori Komunikasi Individu Hingga Massa.Jakarta
: Kencana
https://rumakom.wordpress.com/2007/10/05/sejarah-dan-perkembangan-public-relations/
http://jurnal-sdm.blogspot.co.id/2009/07/public-relation-definisi-fungsi-dan.html
Nama : Wardah Hani
NIM:165120218113011
Prodi : Ilmu Komunikasi/Fisip/Universitas Brawijaya
Tugas ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah dasar - dasar Public Relations, apabila ada tulisan yang salah mohon diberi masukan.Terimakasih :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar