Senin, 20 Maret 2017

Public Relations Sebagai Disiplin Ilmu



BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Dewasa ini, peran seorang praktisi public relations sangatlah diperlukan dalam berjalannya suatu organisasi.Sebagai seorang yang menjembatani antara pihak internal perusahaan dengan perusahaan dan eksternal dengan perusahaan .Seorang praktisi public relations dituntut harus memahami  dan kritis dalam bertindak.Hal tersebut yang menjadi alasan bahwa public relations tidak hanya sekedar bakat, namun menjadi sebuah kajian ilmu pengetahuan dan dipelajari dalam dunia perkuliahan.Disini, saya selaku penulis akan memberikan penjelasan bahwa public relations merupakan suatu kajian ilmu.
Akhir – akhir ini, banyak sekali pertanyaan dalam setiap pertemuan public relations yang mana terjadi selama sepuluh tahun terakhir ini.Diskusi ini membawa kita kepada kebingungan bagi pekerja sosial mengenai tanggung jawab mereka.Publisitas  bukan tentang peran mereka sebagai pakar public relations.Bagaimana pemberitaan atau publisitas bekerja untuk mereka dan bagaimana mereka menggunakan public relations untuk tujuan pekerjaan yang lebih jauh.(Roy, 1934)
Public relations memiliki peran yang sangat penting dalam berjalannya suatu perusahaan.Namun, sayangnya kebanyakan orang – orang yang bekerja didalamnya banyak yang tidak memiliki pemahaman tentang public relations itu sendiri atau bisa dikatakan tidak memiliki skill dan latar belakang public relations.Kita bisa mengambil contoh pada kasus dow corning yang membawa kebangkrutan pada perusahaan tersebut. Kita bisa menganalisis pentingnya peran pakar seorang public relations dalam suatu perusahaan.Juga, kita mampu menarik kesimpulan tentu public relations tidak hanya suatu bakat, namun sebuah disiplin ilmu yang mengambil peran penting dalam kehidupan.Karena kehidupan kita tentu tak akan lepas dari interaksi sosial.

 I.2 Rumusan Masalah
1.      Apasih Public Relations serta pentingnya dalam kehidupan sehari – hari ?
2.      Apa saja sebenarnya fungsi dan tugas dari pakar public relations ?
3.      Bagaimana sejarah awal mula dan perkembangan public relations ?
4.      Bagaimana kaitan antara public relations sebagai kajian keilmuan ?
5.      Apa  riset dalam public relations dan teori kritis dalam kajian public relations sebagai kajian ilmu ?
I.3 Tujuan
1.      Memahami pengertian Public Relations serta pentingnya dalam kehidupan sehari – hari
2.      Memahami fungsi dan tugas dari pakar public relations
3.      Memahami sejarah awal mula dan perkembangan public relations
4.      Memahami kaitan antara public relations sebagai kajian keilmuan
5.      Memahami dalam public relations dan teori kritis dalam kajian public relations sebagai kajian ilmu

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian
Public relations menurut Grunig & Todd Hunts (1984: 173) adalah bagian dari manajemen komunikasi antara organisasi dan publiknya.Menurut Candy T, Peter L, Richard L (2004 : 21) adalah upaya yang direncanakan dan berkelanjutan untuk membangun dan mempelihara kesepahaman antara organisasi dan publiknya.Menurut Scott C , Allen C, dan Glenn B (2006 : 6) adalah fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan baik dan bermanfaat dengan publiknya yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan dalam organisasi.Menurut Kim H (2008 : 1) adalah bagian yang membantu organisasi dalam mencapai tujuan – tujuannya melalui komunikasi yang efektif dan konstruktif.Dari pengertian diatas dapat ditarik benang merah bahwa public relations adalah proses membangun relasi, kepercayaan dan kerja sama antara individu dengan individu dan organisasi dengan publiknya melalui program komunikasi yang dialogis dan partisipatif.
Secara Umum Public relation adalah proses interaksi dimana public relation menciptakan opini publik sebagai input yang menguntungkan kedua belah pihak, dan menanamkan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi publik, bertujuan menanamkan keinginan baik, kepercayaan saling adanya pengertian, dan citra yang baik dari publiknya.Secara Khusus Public relation adalah fungsi khusus manajemen yang membantu membangun dan memelihara komunikasi bersama, pengertian, dukungan, dan kerjasama antara organisasi dan publik, melibatkan masalah manajemen, membantu manajemen untuk mengetahui dan merespon opini publik, menjelaskan dan menekankan tanggung jawab manajemen untuk melayani minat publik, membantu manajemen untuk tetap mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif, berguna sebagai sistem peringatan awal untuk membantu mengantisipasi tren, dan menggunakan penelitian dan teknik suara yang layak dalam komunikasi.

2.2 Fungsi dan Tugas Praktisi public relations
Kriyantono (2010 b) menjelaskan bahwa komunikasi yang efektif dapat terjadi apabila public relations sebagai komunikator melakukan pemeriksaan dan menganalisis kondisi komponen – komponen dalam proses komunikasi.Sedang yang dinamakan komponen komunikasi yakni : komunikator, pesan, media, sasaran, gangguan – ganguan, umpan balik, hingga efek yang mungkin terjadi. Menurut International Public Relations Association (IPRA) dalam Rumanti (2002:11) bahwa public relations merupakan fungsi manajemen dari sikap budi yang direncanakan dan dijalankan secara berkesinambungan oleh organisasi-organisasi, lembaga-lembaga umum dan pribadi dipergunakan untuk memperoleh dan membina saling pengertian simpati dan dukungan dari mereka yang ada hubungan dan diduga ada kaitannya dengan cara menilai opini public mereka, dengan tujuan sedapat mungkin menghubungkan kebijaksanaan dan ketatalaksanaan, guna mencapai kerjasama yang lebih produktif dan untuk memenuhi kepentingan bersama yang lebih efisien, dengan kegiatan penerangan yang terencana dan tersebar luas.Fungsi Public Relation
Menurut Maria (2002, p.31), “public relation merupakan satu bagian dari satu nafas yang sama dalam organisasi tersebut, dan harus memberi identitas organisasinya dengan tepat dan benar serta mampu mengkomunikasikannya sehingga publik menaruh kepercayaan dan mempunyai pengertian yang jelas dan benar terhadap organisasi tersebut”. Hal ini sekedar memberikan gambaran tentang fungsi public relation yaitu:
·         Kegiatan yang bertujuan memperoleh itikad baik, kepercayaan, saling adanya pengertian  dan citra yang baik dari publik atau masyarakat pada umumnya.
·         Memiliki sasaran untuk menciptakan opini publik yang bisa diterima dan menguntungkan semua pihak.
·         Unsur penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik, sesuai harapan publik, tetapi merupakan kekhasan organisasi atau perusahaan. Sangat penting bagaimana organisasi memiliki warna, budaya, citra, suasana, yang kondusif dan menyenangkan, kinerja meningkat, dan produktivitas bisa dicapai secara optimal.
·         Usaha menciptakan hubungan yang harmonis antara organisasi atau perusahaan dengan publiknya, sekaligus menciptakan opini publik sebagai efeknya, yang sangat berguna sebagai input bagi organisasi atau perusahaan yang bersangkutan
Secara lebih singkat Frank Jefkins (Rumanti, 2002:12) mengemukakan bahwa public relation merupakan suatu bentuk komunikasi yang terencana baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian.,Berdasarkan definisi tersebut maka dapat dikemukakan bahwa public relations adalah suatu bentuk komunikasi baik antar perusahaan, organisasi maupun pribadi dengan menciptakan hubungan dan pengertian yang baik guna mencapai tujuan yang ditetapkan
2.3 Sejarah dan Perkembangan Public Relations
Public relations adalah suatu kajian teoritis baru berkembang beberapa dua dasawarsa terakhir ini, merupakan gabungan dari beberapa teori dan pengadopsian ilmu lainnya.di Indonesia sendiri Public relations berkembang seiring meningkatnya teknologi komunikasi dan informasi.Robinson (dikutip dari Grunig & Hunt,1984 : 5)misalnya, menganggap praktisi public relations sebagai ilmuwan dibidang sosial dan perilaku.Tujuannya si ilmuwan ini akan mampu meramalkan kemungkinan yang akan terjadi dari suatu tindakan.Public relations mesti berkomunikasi dengan berbagi latar belakang sosial dan budaya.Karena itu, pengetahuannya harus mencakup sosiologi, psikologi, hukum, komunikasi, bahasa, administrasi, manajemen, dan disiplin ilmu lainya yang menjadi tuntutan yang harus dimiliki.
Public relations muncul sejak adanya manusia di bumi ini, untuk memenuhi kebutuhannya manusia harus melakukan interaksi dengan sesamanya.Mereka saling bertukar, kerja sama untuyki menjalin rel;asi untuk reproduksi.Semuanya memerlukan kemampuan komunikasi untuk bernegosiasi.Namun, public relations pada abad ke 20 baru berubah menjadi suatu profesi modern.Mengacu pada tulisan Thomas Kuhn (1977) tentang perkembangan ilmu, public relations dapat dikategorikan sebagai ilmu mapan karena sudah memiliki paradigma keilmuan atau unifikasi teori.Paradigma adalah seperangkat teori ,asumsi, metode dan contoh ideal tentang solusi memecahkan masalah penelitian yang menghasilkan unifikai cara pandang tertentu (1977).
Alam sejarahnya istilah Public Relations sebagai sebuah teknik menguat dengan adanya aktivitas yang dilakukan oleh pelopor Ivy Ledbetter Lee yang tahun 1906 berhasil menanggulangi kelumpuhan industri batu bara di Amerika Serikat dengan sukes. Atas upayanya ini ia diangkat menjadi The Father of Public Relations.Perkembangan PR sebenarnya bisa dikaitkan dengan keberadaan manusia. Unsur-unsur memberi informasi kepada masyarakat, membujuk masyarakat, dan mengintegrasikan masyarakat, adalah landasan bagi masyarakat.
Tujuan, teknik, alat dan standar etika berubah-ubah sesuai dengan berlalunya waktu. Misalnya pada masa suku primitif mereka menggunakan kekuatan, intimidasi atau persuasi ntuk memelihara pengawasan terhadap pengikutnya. Atau menggunakan hal-hal yang bersifat magis, totem (benda-benda keramat), taboo (hal-hal bersifat tabu), dan kekuatan supranatural.Penemuan tulisan akan membuat metode persuasi berubah. Opini publik mulai berperan. Ketika era Mesir Kuno, ulama merupakan pembentuk opini dan pengguna persuasi. Pada saat Yunani kuno mulai dikembangkan Olympiade untuk bertukar pendapat dan meningkatkan hubungan dengan rakyat. Evaluasi mengenai pendapat atau opini publik merupakan perkembangan terakhir dalam sejarah kemanusiaan.
Dasar-dasar fungsi humas ditemukan dalam revolusi Amerika. Ketika ada gerakan yang direncanakan dan dilaksanakan. Pada dasarnya, masing-masing periode perkembangan memiliki perbedaaan dalam startegi mempengaruhi publik, menciptakan opini publik demi perkembangan organisasinya.
Berikut gambaran kronologis PR di dunia:
Abad ke-19        :    PR di Amerika dan Eropa merupakan program studi yang
                              mandiri didasarkan pada perkembangan  Ilmu
                              pengetahuan dan teknologi.
1865-1900         :   Publik masih dianggap bodoh
1900-1918         :   Publik diberi informasi dan dilayani
1918-1945         :   Publik diberi pendidikan dan dihargai
1925                  :   Di New York, PR sebagai pendidikan tinggi resmi
1928                  :   Di Belanda memasuki pendidikan tinggi dan minimal di
                              fakultas sebagai mata kuliah wajib.  Disamping itu
                              banyak diadakan kursus-kursus yang bermutu
1945-1968        :    Publik mulai terbuka dan banyak mengetahui
1968                 :    Di Belanda mengalami perkembangan pesat. Ke arah
                              ilmiah karena penelitian yang rutin dan kontinyu.
                              Di Amerika perkembangannya lebih ke arah bisnis.
1968-1979       :     Publik dikembangkan di berbagai bidang,
                              pendekatan tidak hanya satu aspek saja
1979-1990       :     Profesional/internasional memasuki globalisasi dalam
                              perubahan mental dan kualitas
1990-sekarang :     a. perubahan mental, kualitas, pola pikir, pola pandang,
                                   sikap dan  pola perilaku secara nasioal/internasional
                               b. membangun kerjasama secara lokal, nasional,  internasional
                               c. saling belajar di bidang politik, ekonomi, sosial budaya,
                                  Iptek, sesuai dengan kebutuhan era global/informasi
Public Relations merupakan aktivitas komunikasi yang sangat dibutuhkan, baik oleh organisasi, lembaga, maupun perusahaan. Public relations diperlukan untuk menjaga hubungan baik antara organisasi dengan publiknya. Tidak hanya itu, public relations juga turut serta dalam membangun citra dan berupaya untuk saling menguntungkan dengan cara berkomunikasi. Dapat dikatakan jika public relations merupakan jembatan penghubung antara organisasi-organisasi dengan publiknya, baik yang terkait dengan publik internal maupun publik eksternal, di dalam suatu proses komunikasi agar tercipta hubungan yang efektif.

2.4 Public Relations Sebagai Kajian Keilmuan
Pada saat ini public relations tidak hanya menjadi sebuah profesi. Namun sudah dikembangkan menjadi sebuah kajian ilmu. Hal tersebut dimaksudkan untuk memperkuat pengetahuan dalam penerepan public relations sebagai profesi. Sebagai suatu ilmu maka public relations atau hubungan masyarakat mempunyai banyak definisi baik yang diberikan oleh ahli, dari hasil pertemuan para ahli maupun definisi/pengertian dari lembaga resmi yang khusus berkonsentrasi pada ilmu kehumasan. Perkembangan public relations sebagai kajian ilmu tentu sama pesatnya seperti perkembangan public relations sendiri, karena public relations sebagai kajian ilmu merupakan kunci dasar bagi public relations itu sendiri untuk berkembang. Public relations sebagai kajian ilmu, menunjukkan jika public relations melahirkan berbagai teori, paragdigma dan konsepsi ilmu public relations. Sedangkan sebagai profesi, PR adalah alat atau fungsi untuk kegiatan yang bersifat praktis. Sehingga dapat dikatakan jika di satu sisi public relations merupakan suatu kegiatan yang bersifat praktis tetapi di sisi lain public relations juga menjadi suatu kajian ilmu.
Kajian Public Relations
·         Public relations fungsional (objektif)
Sesuai dengan fungsinya, kegiatan riset merupakan hal pokok yang harus dilakukan oleh public relations.urgensi tersebut sebenarnya tampak dari definisi – definisi public relations .Riset membuat public relations berjalan berdasarkan prosedur ilmiah tanpa mengandalkan intuisi dan mengira – ngira.
·         Public relations Interpretif(subjektif)
·         Public relations Kritis
2.5  Riset public relations dan teori kritis dalam kajian public relations sebagai kajian ilmu
Terbagi berdasarkan waktu :
·         Riset formatif
Sebelum merancang progam,berfungsi untuk melakukan scan dan memonitor situasi.
·         Riset asesmen
disaat progam berlangsung,berfungsi untuk memonitor apakah progam yang sedang berlangsung sudah sesuai dengan rencana.
·         Riset Sumatif
Diakhir progam,mengukur bagaimana hasil pelaksanaan progam.
Berdasarkan cara :
·         Formal
·         Informal
Berdasarkan bidang yang riset :
·         Riset yang fokus pada upaya memonitor lingkungan
Bertujuan untuk memonitor perkembangan opini publik dan isu isu sosial yang berpotensi mempengaruhi operasional publik dan organisasi.
·         Riset yang fokus pada organisasi
Riset yang bertujuan untuk memonitor situasi internal organisasi
·         Riset yang fokus pada pesan public relations
Bertujuan untuk menganalisis berbagai elemen pesan.
Teori Kritis kajian public relations
·         Teori Kritis Frankurt School
Para ilmuwan Frankfurt pada awalnya bereaksi keras  terhadap idealisme klasikal ala Marxism dan kesuksesan revolusi Rusia. Mereka melihat kapitalisme sebagai tahap evolutionary  dalam perkembangan, pertama dari sosialisme dan kemudian komunisme. Ide mereka pada masa itu merupakan wujud kritik kerasnya terhadap kapitalisme dan demokrasi  liberal.Jurgen Habermas
Semenjak  tahun-tahun permulaan, dalam Frankfurt School tidak ada kesepakatan mengenai teori yang menyatukan karakteristik pemikiran mereka.  Ilmuwan Frankfurt School kontemporer yang paling terkenal adalah Jurgen Habermas, yang teorinya mengenai universal pragmatics  dan transformasi sosial masyarakat telah diakui  sangat berpengaruh di daratan Eropa dan gaungnya masih berkembang terus di Amerika Serikat.  Habermas  merupakan juru bicara terpenting dari Frankfurt School saat ini. Teorinya menggambarkan luasnya pemikiran dan mewakili paduan  pandangan kritis tentang komunikasi dan masyarakat. Tulisan selanjutnya akan mengurai kontribusi penting pemikiran Habermas ini.Media  sosial dianggap telah digunakan untuk mengontrol masyarakat.
·         Teori Feminis
Teori feminis melihat dunia dari sudut pandang perempuan. Teori feminis adalah sistem gagasan umum dengan cakupan luas tentang kehidupan sosial dan pengalaman manusia yang berkembang dari perspektif yang berpusat pada perempuan. Dalam perjalanan sejarahnya, teori feminis secara konstan bersikap kritis terhadap tatanan sosial yang ada dan memusatkan perhatiannya pada variabel-variabel sosiologi esensial seperti ketimpangan sosial, perubahan sosial, kekuasaan, institusi politik, keluarga, pendidikan, dan lain-lain.  
 Teori Modernisme
Teori modernitas, dalam sosiologi klasik dimiliki oleh para teoritisi Marx, Weber, Durkheim dan Simmel yang melihat kemunculan dan pengaruh modernitas. Meski keempatnya melihat keuntungan dengan adanya modernitas, namun mereka juga mengutamakan kritis yang dihadapi dalam kehidupan modern.Marx melihat bahwa modernitas ditentukan oleh ekonomi kapitalis. Ia mengakui kemajuan yang ditimbulkan oleh transisi dari masyarakat sebelumnya ke masyarakat kapitalis. Selanjutnya, karyanya ditujukan untuk mengkritik  sistem ekonomi kapitalis yang terdapat kekurangannya, seperti alienasi dan eksploitasi.
·         Teori Postmodernisme
Post-modernisme adalah suatu pemikiran baru yang menggantikan pemikiran modern. Dalam pendapat yang lain, dikatakan bahwa post-modernisme adalah pengembangan dari modernitas. Bila modernisme ditandai dengan rasionalitas, absolutisme, universalitas dan homogenitas melalui produksi ilmu pengetahuan sebagai jalan menuju kemajuan, maka menurut post modernisme, teknologi sebagai media untuk kebebasan dan humanisasi tidak mampu menjelaskan realitas, seperti halnya fakta modern mengenai pembunuhan warga yahudi oleh Nazi, Jerman.  Mengacu pada cara berpikir yang berbeda dari teori sosial modern, meliputi periode historis baru, produk kultural baru dan tipe baru dalam penyusunan tentang teori kehidupan sosial. Konsep pertama, berkaitan dengan keyakinan yang tersebar luas bahwa era modern telah berakhir dan memasuki periode historis yang baru. Konsep kedua berkaitan dengan dunia kultural dan dapat dinyatakan bahwa produk post-modern cenderung menggantikan produk modern. Konsep ketiga adalah kemunculan teori sosial post-modern dan perbedaannya dengan teori sosial modern.
·         Teori Cultural studies
Mengkaji bagaiman sebuah tatanan, dalam artian budaya dibangun, diciptakan dan disebarkan dan disebarluaskan.Budaya dalam hal ini dimaknai sebagai pola pikir, perilaku, termasuk material – material yang digunakan dalam beraktifitas.Budaya adalah komunikasi dan komunikasi adalah budaya.Komunikasi sangat berperan dalam proses interaksi budaya.Proses komunikasi mampu menyebarkan budaya,khususnya menggunakan media.
BAB III
KESIMPULAN
Pada zaman modern ini manusia tentu tak akan lepas dari interaksi sosial, begitu pula dengan sistem yang berlaku dalam suatu perusahaan.Perlu adanya pakar  yang menjadi penjembatan antara bagian internal dan eksternal.Pakar ini lebih kita kenal dengan nama humas atau public relations.Ia dituntut menjadi orang yang bersikap netral dan menjadi penghubung antara keduanya.Tujuannya untuk menciptakan citra perusahaan yang baik serta menanggulangi berbagai permasalahan perusahaan yang ada.Sehingga perusahaan menjadi lebih transparan.Melihat begitu rumitnya peran dari seorang praktisi Public relations tentu bidang ini bukan hanya sekedar bakat, namun sesungguhnya dikaji dalam bidang perkuliahan dan memang menjadi disiplin ilmu yang penting.
DAFTAR PUSTAKA
Roy, R. L. (1934). Oxford University Press. The Musical Quarterly, 20(3), 320–333. https://doi.org/10.1108/ilds.2002.12230dab.004
Kriyantono,R (2012) Public Relation & Crisis Management Pendekatan Critical Public Relations Kritis & Kualitatif .Jakarta :Kencana
Morisson,(2013) Teori Komunikasi Individu Hingga Massa.Jakarta : Kencana
https://rumakom.wordpress.com/2007/10/05/sejarah-dan-perkembangan-public-relations/
http://jurnal-sdm.blogspot.co.id/2009/07/public-relation-definisi-fungsi-dan.html

Nama : Wardah Hani
NIM:165120218113011
Prodi : Ilmu Komunikasi/Fisip/Universitas Brawijaya
Tugas ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah dasar - dasar Public Relations, apabila ada tulisan yang salah mohon diberi masukan.Terimakasih :)







Tidak ada komentar:

Posting Komentar