Deskripsi
Dalam
sebuah kesatuan sebuah korporasi atau perusahaan yang nyata, dengan realitas
yang ada didalamnya, dalam sebuah susunan rekaan yang tidak sederhana dan tidak
hanya untuk sebagian orang saja, tetapi mereka percaya pada sebuah korporasi
lebih dari seorang pengacara yang memegang saham.Itulah yang dinamakan stakeholders theory(Donaldson & Preston,
2017).
Korporat
(perusahaan)
Komunikasi adalah
"suatu proses dalam
mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat
menciptakan, dan menggunakan informasi agar
terhubung dengan lingkungan
dan orang lain".[1]. Pada
umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah
pihak.(Rubent Brent D dan Lea P stewart.2006. Communication and human behavior.United States)
Komunikasi korporat
adalah segala hal yang mempelajari tentang pengelolaan hubungan masyarakat yang
strategis dengan memanfaatkan beberapa kanal media, relasi investor, media,
komunitas, stakeholder, shareholder, tata kelola perusahaan yang baik,
komunikasi merk perusahaan, kampanye korporat, pengelolaan media internal,
korporat event, pengelolaan csr, penguasaan metodologi penelitian untuk
pengukuran dan citra perusahaan.(Kriyantono, R. public relations writing teknik produksi, media public relations,
publisitas korporat.2008.Jakarta : Kencana)
Menurut
Rhenald Kasali (2005) dalam bukunya
Manajemen Public Relations, memberi definisi bahwa stakeholders adalah setiap kelompok yang berada didalam maupun di
luar perusahaan yang memiliki peran dalam menentukan perusahaan.Bisa diartikan
pula orang yang mempertaruhkan hidupnya untuk perusahaan.Terdiri atas beberapa
kelompok penekan (pressure group)
yang harus dipertimbangkan perusahaan.
Stakeholders dalam suatu perusahaan ada beragam (Syarifuddin dan Suryanto.2016. Public Relations .Yogyakarta : Andi h.101), antara lain :
Berdasarkan Letaknya
·
Internal
Berarti publiknya berada di dalam lembaga, disini makna
dari publik adalah khalayak atau masyarakat umum yang melakukan komunikasi
dengan suatu organisasi baik secara eksternal maupun internal.Misalnya :
karyawan, manajer, pemegang saham, dan lain – lain. (Kasali, 2005)
·
Eksternal
Berarti publiknya adalah mereka yang berkepentingan namun
berada di luar lembaga. Misalnya :penyalur, pemasok, bank, pemerintah,
komunitas, pers, konsumen, dan sebagainya.
Berdasarkan kepentingannya
·
Primer
Setiap organisasi tentu perlu menyusun kerangka
prioritas, nah yang paling penting disebut publik primer.
·
Sekunder
Tingkatan di bawah primer atau kurang penting.
·
Marginal
Publik yang sama sekali jauh dari sasaran kerja.
Berdasarkan type
·
Tradisional
Meliputi : karyawan dan konsumen
·
Masa depan
Meliputi : mahasiswa, peneliti, konsumen potensial,
pejabat pemerintah, dsb
Berdasarkan Aktivitasnya
·
Silent Majority
Dilihat dari mengkomplain atau memberikan dukungan
terhadap suatu organisasi.
Silent majority disini dianggap sebagai publik yang
pasif sehingga suara dan pendapatnya
tidak terlihat.contoh : publik pembaca surat kabar.
·
Vocal Minority
Publik penulis di surat kabar, mereka aktif menyuarakan
pendapat di surat kabar dan berbagai media lainnya.Namun, jumlahnya terbatas.
Berdasarkan pro dan kontra
·
Opponents
Dalam suatu organisasi tentu ada yang pro ataupun kontra
dan kesemuanya harus diperhatikan tak boleh diabaikan.Opponent disini berarti
publik yang menentang.
·
Proponents
Publik yang memihak atau pro
·
Uncommited
Publik yang tidak peduli
Selain itu dalam stakeholders ada bebrapa kelompok yang harus dipahami,
diantaranya :
1. Kelompok media
Terdiri dari jurnalis, pengusaha media dan organisasi
yang mewadahi.Mereka bertugas : Menyediakan informasi, mengadakan konferensi
pers, mengatur kunjungan pers, dll
2. Kelompok internal
Orang – orang yang terlibat langsung dengan kehidupan
organisasi.Prinsip utamanya adalah demi kelancaran arus informasi dan
komunikasi, menjalin hubungan baik dengan karyawan, menyelenggarakan program
yang dapat meningkatkan ikatan bersama, dll
3. Kelompok Komunitas
Masyarakat sekitar dimana organisasi itu
berada.Prinsipnya pengembangan komunitas adalah mewujudkan tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility.Dengan melakukan dukungan terhadap
masyarakat, membuat program pendampingan, aktif dalam pemberian penghargaan,
dll.
4. Kelompok lembaga pemerintah
Terdiri atas pemerintah, BUMN,TNI, Polri,dll prinsip
pengembangan ini adalah sinergi antara dan keterpaduan arus informasi.Dengan
menjalin hubungan baik antara birokrat dan politik, mengamati kebijakan
pemerintah, dll
5. Kelompok Khusus
Merupakan LSM atau
non goverment organisation, lembaga pemantau, komunitas finansial, investor
dll.Prinsipnya adalah kepekaan mengenai maslaah bersama.Dengan menganalisis
kemungkinana terjadinya perubahan dan dampaknya, dll
Jefkins (2003) memaparkan alasan perusahaan perlu
memahami tentang stakeholders adalah untuk mengidentifikasi stakeholder yang
sesuai denagn arah organisasi, untuk menciptakan skala prioritas, untuk
menyiapakan pesan yang efektif.
Daftar Pustaka
Syarifuddin dan
Suryanto.2016. Public Relations
.Yogyakarta : Andi
Kriyantono, R. public
relations writing teknik produksi, media public relations, publisitas korporat.2008.Jakarta
: Kencana
Donaldson, T., & Preston, L. E. E. E. (2017). The Stakeholder Theory
of the Corporation : Concepts , Evidence , and Implications Author ( s ):
Thomas Donaldson and Lee E . Preston Source : The Academy of Management Review
, Vol . 20 , No . 1 ( Jan ., 1995 ), pp . 65-91 Published by : Academy of
Management Stable URL : http://www.jstor.org/stable/258887 REFERENCES Linked
references are available on JSTOR for this article : You may need to log in to
JSTOR to access the linked references . Academy of Management is collaborating
with JSTOR to digitize , preserve and extend access to The THE STAKEHOLDER
THEORY OF THE, 20(1), 65–91.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar