Selasa, 28 Maret 2017

Komunikasi Korporat dan Pembagian Stakeholder



Deskripsi
            Dalam sebuah kesatuan sebuah korporasi atau perusahaan yang nyata, dengan realitas yang ada didalamnya, dalam sebuah susunan rekaan yang tidak sederhana dan tidak hanya untuk sebagian orang saja, tetapi mereka percaya pada sebuah korporasi lebih dari seorang pengacara yang memegang saham.Itulah yang dinamakan stakeholders theory(Donaldson & Preston, 2017).
Korporat (perusahaan)
Komunikasi adalah "suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain".[1]. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.(Rubent Brent D dan Lea P stewart.2006. Communication and human behavior.United States)
Komunikasi korporat adalah segala hal yang mempelajari tentang pengelolaan hubungan masyarakat yang strategis dengan memanfaatkan beberapa kanal media, relasi investor, media, komunitas, stakeholder, shareholder, tata kelola perusahaan yang baik, komunikasi merk perusahaan, kampanye korporat, pengelolaan media internal, korporat event, pengelolaan csr, penguasaan metodologi penelitian untuk pengukuran dan citra perusahaan.(Kriyantono, R. public relations writing teknik produksi, media public relations, publisitas korporat.2008.Jakarta : Kencana)
Menurut Rhenald Kasali (2005) dalam bukunya Manajemen Public Relations, memberi definisi bahwa stakeholders adalah setiap kelompok yang berada didalam maupun di luar perusahaan yang memiliki peran dalam menentukan perusahaan.Bisa diartikan pula orang yang mempertaruhkan hidupnya untuk perusahaan.Terdiri atas beberapa kelompok penekan (pressure group) yang harus dipertimbangkan perusahaan.
Stakeholders dalam suatu perusahaan ada beragam (Syarifuddin  dan Suryanto.2016. Public Relations .Yogyakarta : Andi h.101), antara lain :
Berdasarkan Letaknya
·         Internal
Berarti publiknya berada di dalam lembaga, disini makna dari publik adalah khalayak atau masyarakat umum yang melakukan komunikasi dengan suatu organisasi baik secara eksternal maupun internal.Misalnya : karyawan, manajer, pemegang saham, dan lain – lain. (Kasali, 2005)
·         Eksternal
Berarti publiknya adalah mereka yang berkepentingan namun berada di luar lembaga. Misalnya :penyalur, pemasok, bank, pemerintah, komunitas, pers, konsumen, dan sebagainya.
Berdasarkan kepentingannya
·         Primer
Setiap organisasi tentu perlu menyusun kerangka prioritas, nah yang paling penting disebut publik primer.
·         Sekunder
Tingkatan di bawah primer atau kurang penting.
·         Marginal
Publik yang sama sekali jauh dari sasaran kerja.
Berdasarkan type
·         Tradisional
Meliputi : karyawan dan konsumen
·         Masa depan
Meliputi : mahasiswa, peneliti, konsumen potensial, pejabat pemerintah, dsb
Berdasarkan Aktivitasnya
·         Silent Majority
Dilihat dari mengkomplain atau memberikan dukungan terhadap suatu organisasi.
Silent majority disini dianggap sebagai publik yang pasif  sehingga suara dan pendapatnya tidak terlihat.contoh : publik pembaca surat kabar.
·         Vocal Minority
Publik penulis di surat kabar, mereka aktif menyuarakan pendapat di surat kabar dan berbagai media lainnya.Namun, jumlahnya terbatas.
Berdasarkan pro dan kontra
·         Opponents
Dalam suatu organisasi tentu ada yang pro ataupun kontra dan kesemuanya harus diperhatikan tak boleh diabaikan.Opponent disini berarti publik yang menentang.
·         Proponents
Publik yang memihak atau pro
·         Uncommited
Publik yang tidak peduli
Selain itu dalam stakeholders ada bebrapa kelompok yang harus dipahami, diantaranya :
1.      Kelompok media
Terdiri dari jurnalis, pengusaha media dan organisasi yang mewadahi.Mereka bertugas : Menyediakan informasi, mengadakan konferensi pers, mengatur kunjungan pers, dll
2.      Kelompok internal
Orang – orang yang terlibat langsung dengan kehidupan organisasi.Prinsip utamanya adalah demi kelancaran arus informasi dan komunikasi, menjalin hubungan baik dengan karyawan, menyelenggarakan program yang dapat meningkatkan ikatan bersama, dll
3.      Kelompok Komunitas
Masyarakat sekitar dimana organisasi itu berada.Prinsipnya pengembangan komunitas adalah mewujudkan tanggung  jawab sosial atau corporate social responsibility.Dengan melakukan dukungan terhadap masyarakat, membuat program pendampingan, aktif dalam pemberian penghargaan, dll.
4.      Kelompok lembaga pemerintah
Terdiri atas pemerintah, BUMN,TNI, Polri,dll prinsip pengembangan ini adalah sinergi antara dan keterpaduan arus informasi.Dengan menjalin hubungan baik antara birokrat dan politik, mengamati kebijakan pemerintah, dll
5.      Kelompok Khusus
Merupakan  LSM atau non goverment organisation, lembaga pemantau, komunitas finansial, investor dll.Prinsipnya adalah kepekaan mengenai maslaah bersama.Dengan menganalisis kemungkinana terjadinya perubahan dan dampaknya, dll

Jefkins (2003) memaparkan alasan perusahaan perlu memahami tentang stakeholders adalah  untuk mengidentifikasi stakeholder yang sesuai denagn arah organisasi, untuk menciptakan skala prioritas, untuk menyiapakan pesan yang efektif.

Daftar Pustaka

Syarifuddin  dan Suryanto.2016. Public Relations .Yogyakarta : Andi

Kriyantono, R. public relations writing teknik produksi, media public relations, publisitas korporat.2008.Jakarta : Kencana


Donaldson, T., & Preston, L. E. E. E. (2017). The Stakeholder Theory of the Corporation : Concepts , Evidence , and Implications Author ( s ): Thomas Donaldson and Lee E . Preston Source : The Academy of Management Review , Vol . 20 , No . 1 ( Jan ., 1995 ), pp . 65-91 Published by : Academy of Management Stable URL : http://www.jstor.org/stable/258887 REFERENCES Linked references are available on JSTOR for this article : You may need to log in to JSTOR to access the linked references . Academy of Management is collaborating with JSTOR to digitize , preserve and extend access to The THE STAKEHOLDER THEORY OF THE, 20(1), 65–91.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar