Nama : Yunita Ike Widyani
NIM : 165120218113010
KASUS 1
Di
dalam kasus yang pertama saya akan membantu Badrun menjawab menggunakan
teori-teori Public Relations. Tidak dapat dapat di pungkiri bahwa media
mempunyai pengaruh besar dalam membentuk opini publik sekaligus dapat
meningkatkan citra organisasi di mata publik nya. Dengan kelebihan yang
dimiliki berupa kecepatan dalam menyampaikan informasi serta memiliki jangkauan
yang luas. Public Relation sebagai Boundary Spanning mempunyai fungsi sebagai
penghubung antara organisasi dengan publik nya. Tugas Badrun sebagai staf magang melakukan
monitoring pemberitaan surat kabar, membuat kliping opini pembaca dan
menganalisis berita – berita surat kabar di rubrik seputar malang merupakan
salah satu kegiatan penting praktisi Public Relation. Dalam kegiatan ini terdapat
teori Public Relation yaitu media monitoring yang di aplikasikan badrun.
Teori media monitoring adalah yakni mencari,
mengumpulkan, dan menganalisa berita-berita yang berkaitan dengan perusahaan di
media massa. Kemudian, infomasi tersebut dapat diteruskan kepada puncak
manajemen dalam bentuk usulan atau rekomendasi untuk dijadikan penilaian
obyektif dalam pengambilan keputusan.
dari kegiatan yang dilakukan Badrun membuat
kliping opini pembaca yang dimuat surat kabar adalah untuk mengetahui apakah ada
tamu hotel yang complain dengan pelayanan di Hotel Savanah yang dimasukan ke
opini pembaca melalui media.jika ada, sudah menjadi tugas praktisi
Public Relation untuk menganalisis kejadian dan menyelesaikan keluhan dari
pelanggan tersebut dan memuat berita jawaban permintaan maaf jika memang
kesalahan berasal dari manajemen internal hotel kepada tamu yang pernah
menginap di Hotel Savanah atau membuat jawaban klarifikasi jika terjadi kesalah
pahaman kepada ke surat kabar terkait yang memuat opini pembaca yang
mengeluhkan pelayanan Hotel Savanah
Tujuan
kedua dalam menganalisis berita – berita di surat kabar di rubrik seputar
malang adalah untuk mengetahui kondisi keadaan malang dalam berbagai aspek
kehidupan sosial, ekonomi dan sebagainya yang berkaitan langsung maupun tidak
langsung dengan keberadaan Hotel Savanah. Contoh jika pertumbuhan ekonomi di
Malang semakin maju pesat, banyaknya turis yang berkunjung ke kota Malang, hal
ini menjadi peluang bagi Hotel Savanah untuk mempromosikan serta meningkatkan
pendapatan Hotel melalui promosi maupun event yang di buat oleh Hotel Savanah,
informasi yang disajikan media merupakan informasi penting yang patut
dipertimbangkan oleh pihak manajemen Hotel Savanah melalui Public Relation.
Selain teori media monitoring yang
dilakukan oleh Manager Hotel Savanah adalah uuntuk mengethui framing yang
dilakukan oleh media terhadap reputasi hotel tersebut, Manager hotel tersebut
ingin tahu sejauh mana media membuat framing terhadap hotel. Apakah media
membuat framing yang baik ataukah framing yang buruk hal tersebut perlu
dilakukan untuk mengevaluasi segala kegiatan yang dilakukan oleh hotel agar
media berpihak kepada Hotel dan melakukan framing yang baik untuk citra Hotel
Savanah.
Kemudian setelah mengetahui framing
media yang seharusnya dilakukan adalah memperbaiki hubungan baik dengan media
(media relations). Di dalam menjalin relasi terhadap media ada teori dasar yang
menjadi acuan dalam hal ini, yaitu Teori Agenda Setting. Di dalam teori ini
mengatakan bahwa Media memiliki kekuatan besar untuk membuat opini public. Apa
yang diberitakan media seolah –olah benar dan disetujui oleh publiknya. Opini-
opini yang dibangun oleh media dapat memberikan pengaruh kepada publik,
sehingga seorang public relation yang baik jika melihat teori ini harusnya
menjalin relasi yang baik kepada media sehingga media akan memberitakan berita-berita yang positif.
KASUS
2
Di dalam kasus yang kedua ini menceritakan tentang
kebijakan baru yang dilakukan UB kepada seluruh mahasiswanya dilarang merokok
diseluruh areal kampus UB. Hal ini mengundang perhatian media sehingga media
ingin meliputnya, hal yang lazim ditanyakan oleh seorang wartawan adalah tentang
kenapa kebijakan tersebut diberlakukan. Di dalam kasus ke 2 menyebutkan bahwa
humas dari UB belum bisa memberikan jawaban sekarang, dan berkata harus meminta
ijin terlebih dahulu terhadap pimpinan.
Menurut
saya apa yang dilakukan humas UB yang tidak siap dengan pertanyaan wartawan tentang kebijaksanaan baru UB yang melarang mahasiswa
merokok di areal kampus UB adalah tidak efektif karena seharusnya sebagai
seorang humas kita selalu berkoordinasi dan ikut berpartisipasi dalam pembuatan
kebijakan dan selalu menggali informasi terhadap setiap kebijakan baru yang
dikeluarkan oleh UB dalam uapaya untuk memahami dengan benar dalam rangka
memberikan informasi atau berita kepada pihak internal dan eksternal kampus
serta merencanakan bentuk sosialisasi yang efektif dan media yang tepat
terhadap peraturan atau kebijakan baru tersebut.
Berdasarkan
Teori Uncertainty Reduction : Menjaga Ketersediaan dan Kualitas Informasi
diketahui bahwa publik harus dalam kondisi ketercukupan informasi
(well-informed) tentang organisasi agar tidak terjadi pemahaman yang keliru
terhadap organisasi tersebut. Artinya tidak ada kesenjangan informasi antara
organisasi dan publiknya, dan sebaliknya.organisasi harus berupaya membantu
publiknya mengurangi ketidakpastiandengan lebih terbuka memberikan informasi
(seld-disclosure), karena itu public relations dituntut menjaga informasi agar berjalan
dua arah timbal balik.
Dalam
teori Excellence dijelaskan peran PR menyediakan saluran komunikasi dua arah
timbal balik yang memungkinkan organisasi dan publik berbagi informasi dan
menyampaikan gagasan. Agar peran ini berjalan baik, PR mesti mengkombinasikan
peran sebagai teknisi dan manajer dengan baik. PR dapat memberikan masukan
kepada manajer dan mengintegrasikan framework pengetahuan manajerial sehingga
PR merupakan bagian dari koalisi dominan yang ikut dalam proses pengambilan
keputusan dalam organisasi.
Dalam
teori dan model informasi matematika, dalam petugas PR sebagai agen informasi
perlu memperhatikan bagaimana menyediakan informasi yang berkualitas. Dengan
memenuhi persyaratan sebagai berikut : mampu memenuhi aspek kebutuhan informasi
publik, dan informasi berkualitas jika berguna (useful), bernilai (valuable),
faktual, dapat dipercaya (reliable), ketepatan (precision), dan kebenarannya
(truth). Maka dari itu seharusnya humas dari UB menjawab pertanyaan humas
dengan jujur dan tepat sehingga wartawan akan memberitakan berita yang sesuai
dengan pernyataan yang diberikan humas serta masyarakat yang mendengar berita
tersebut pun akan mendukung kebijakan yang dilakukan oleh universitas brawijaya
Jika dilihat dari fungsi humas, humas dari UB belum
memberikan jawaban yang harusnya dijawab. Seorang humas yang baik harus
mengetahui sebuah permasalahan yang ada di dalam organisasinya. Karena sesuai
dengan fungsi humas yaitu : memberikan citra yang baik kepada publiknya, kepada
stake holdernya, baik itu stake holder internal maupun stake holder eksternal.
Hal ini sesuai denga teori stake holder. Bahwa seorang humas harus menjalin
relasi yang baik terhadap stake holdernya, dan salah satu dari stake holder
adalah wartawan. Jika yang terjadi seperti demikian menunjukkan bahwa humas UB
tidak menjalin relasi yang baik dengan tidak memberikan informasi yang
dibutuhkan, hal itu dapat memberikan dampak yang tidak baik untuk UB yaitu
kemungkinan wartawan akan memberitakan berita yang negatif. Berkaca dari kasus diatas terlihat bahwa humas UB
tersebut belum berfungsi dengan baik Seorang praktisi humas harus bisa
menciptakan dan membina hubungan pers yang baik.
KASUS 3
Di dalam kasus yang ketiga ini
menceritakan tentang seorang karyawan yang dikenal memiliki prestasi yang
bagus, produktivitas tinggi, dan kreatif tetapi sekaligus juga menjadi trouble
maker di dalam perusahaannya itu. Orang seperti Mahmud sangat dibutuhkan oleh
perusahaan untuk meningkatkan penjualan produk dan mencari konsumen, namun sangat
tidak baik untuk kesehatan perusahaan karena sikapnya yang kurang baik di dalam
perushaan. Hal tersebut merupakan masalah yang penting untuk sebuah perusahaan.
Disnilah humas berfungsi untuk memperbaiki apa yang terjadi.
Teori yang digunakan untuk membantu
menjawab manager MS menghadapi Mahmud yaitu teori harapan. Teori ini
dikemukakan oleh Victor H. Vroom, dalam bukunya “Work And Motivation”. Menurut
teori ini motivasi merupakan akibbat suatu hasil dari yang ingi dicapai oleh
seseorang dan diperkirakan yang bersangkutan bahwa tindakannya akan mengarah
kepada hasil yang diinginkan.